JAKARTA - Kabar kurang sedap kembali menerpa raksasa Merseyside di tengah perjuangan mereka memperbaiki posisi di klasemen.
Berdasarkan laporan terkini pada Februari 2026, Liverpool mulai merasa frustrasi setelah merasa diberi harapan palsu (PHP) oleh salah satu bek andalannya terkait perpanjangan kontrak. Proses negosiasi yang berlarut-larut tanpa titik temu membuat manajemen klub kini melayangkan tuntutan agar sang pemain segera memberikan kepastian.
Situasi ini tidak hanya menguji integritas komitmen sang bek terhadap klub, tetapi juga memaksa pelatih Arne Slot untuk mulai memikirkan rencana cadangan guna menjaga kedalaman lini belakang sebelum bursa transfer musim depan dibuka.
Akar Masalah: Tarik Ulur di Meja Perundingan
Ketegangan antara pihak klub dan pemain ini dipicu oleh beberapa poin krusial yang tak kunjung disepakati:
Tuntutan Kenaikan Gaji: Sang pemain dikabarkan meminta kenaikan gaji yang signifikan, mengingat perannya sebagai tulang punggung pertahanan, sementara Liverpool tetap berpegang pada struktur gaji yang ketat.
Minat dari Klub Rival: Adanya rumor ketertarikan dari klub-klub besar Eropa lainnya diduga menjadi alasan sang bek menunda keputusannya, yang oleh pihak internal Liverpool dianggap sebagai langkah untuk mencari posisi tawar yang lebih tinggi.
Faktor Durasi Kontrak: Perbedaan pandangan mengenai durasi kontrak jangka panjang versus performa di usia pemain saat ini menjadi penghambat utama kesepakatan.
Dampak Terhadap Ruang Ganti dan Performa Tim
Ketidakpastian ini mulai memberikan dampak negatif yang nyata bagi keharmonisan skuad:
Gangguan Fokus: Rumor yang terus berkembang di media massa membuat fokus tim terpecah, terutama saat menghadapi laga-laga besar yang membutuhkan konsentrasi penuh di lini pertahanan.
Keresahan Pendukung: Fans Liverpool mulai menyuarakan kekecewaan mereka di media sosial, mendesak klub untuk bersikap tegas agar tidak kehilangan pemain secara cuma-cuma (free transfer) di akhir musim.
Dilema Arne Slot: Sang manajer dihadapkan pada pilihan sulit: tetap memainkan bek tersebut dengan risiko kurangnya komitmen, atau mulai mencadangkannya demi membangun kemitraan pertahanan baru untuk masa depan.