Vitamin C Skincare

Vitamin C Skincare Masih Diremehkan Padahal Ampuh Cerahkan Kulit dan Cegah Jerawat

Vitamin C Skincare Masih Diremehkan Padahal Ampuh Cerahkan Kulit dan Cegah Jerawat
Vitamin C Skincare Masih Diremehkan Padahal Ampuh Cerahkan Kulit dan Cegah Jerawat

JAKARTA - Banyak orang ingin memiliki kulit cerah dan sehat, tetapi sering kali justru salah langkah karena mengikuti tren tanpa memahami kebutuhan kulit sendiri. Akibatnya, produk yang seharusnya bermanfaat malah dianggap bermasalah dan akhirnya ditinggalkan.

Salah satu bahan aktif yang sering mengalami nasib tersebut adalah vitamin C, yang dikenal efektif tetapi kerap disalahpahami. dr. Abelina Dini Fitria, dokter estetika sekaligus influencer, menilai vitamin C justru menjadi kandungan yang paling diremehkan meskipun manfaatnya sangat besar bagi kulit.

Menurut dr. Abelina, banyak pengguna berhenti memakai vitamin C karena merasa kulitnya menjadi breakout atau kemerahan. Padahal, masalah tersebut lebih sering muncul karena cara pemakaian yang kurang tepat dan pemilihan jenis vitamin C yang tidak sesuai dengan kondisi kulit.

Kesalahan ini membuat banyak orang enggan mencoba kembali vitamin C meskipun manfaatnya terbukti secara ilmiah. Akibatnya, potensi vitamin C dalam membantu mencerahkan kulit, meratakan warna wajah, dan melindungi kulit dari kerusakan lingkungan menjadi tidak dimanfaatkan secara optimal.

Padahal, vitamin C bukan sekadar tren sementara dalam dunia skincare. Kandungan ini telah lama dikenal sebagai antioksidan kuat yang mendukung regenerasi kulit dan memperbaiki tampilan wajah secara bertahap.

Vitamin C yang Sering Disalahpahami dalam Skincare

dr. Abelina menjelaskan bahwa vitamin C termasuk bahan aktif yang sering dianggap bermasalah karena efek awal yang tidak nyaman. Banyak orang mengira reaksi tersebut berarti produk tidak cocok, padahal sebenarnya kulit sedang beradaptasi.

"Vitamin C ini salah satu underated karena permasalahan orang setelah pakai, breakout dan kemerahan. Padahal vitamin C ini penting untuk kulit. Kalau mau cerah pakai juga skincare dengan kandungan Niacinemide. Kenapa wajah Iritasi? Karena banyak kandungan aktifnya dan ada yang larut air dan minyak. Padahal kamu coba dalam bentuk lain. Dari kandungannya harus diperhatikan karena trial and error," ujar dr. Abelina.

Menurutnya, iritasi yang muncul sering kali terjadi karena seseorang mencampur terlalu banyak bahan aktif dalam satu waktu. Kombinasi yang tidak tepat justru membuat kulit menjadi sensitif dan sulit menerima kandungan vitamin C dengan baik.

Selain itu, setiap jenis vitamin C memiliki karakteristik berbeda, mulai dari yang larut air hingga larut minyak. Jika pengguna tidak memahami perbedaan tersebut, kemungkinan besar kulit akan bereaksi negatif meskipun sebenarnya vitamin C itu sendiri tidak bermasalah.

dr. Abelina menekankan pentingnya mengenali bentuk vitamin C yang cocok dengan jenis kulit masing-masing. Dengan pemilihan produk yang tepat dan penggunaan yang bertahap, manfaat vitamin C bisa dirasakan tanpa harus menghadapi iritasi berlebihan.

Ia juga menegaskan bahwa vitamin C seharusnya tidak dihindari hanya karena pengalaman awal yang kurang menyenangkan. Justru, dengan pendekatan yang lebih tepat, vitamin C bisa menjadi salah satu kunci utama dalam perawatan kulit jangka panjang.

Kulit Kusam dan Pentingnya Kelembapan Sebelum Serum

Selain iritasi, keluhan lain yang sering muncul adalah kulit kusam yang sulit terlihat cerah meskipun sudah menggunakan berbagai serum. Menurut dr. Abelina, masalah utama pada kulit kusam sering kali bukan pada serumnya, melainkan pada tingkat kelembapan kulit yang rendah.

"Kulit kusam itu kurang lembab. Jadi banyak yang meremehkan kurang lembab, kurang air makanya serum tidak ngaruh. Kebanyakan exfoliate dan jadinya kusam. Semakin aging mukanya kelihatan kuning. Pakai pelembab yang ada bahan aktif, pakai sunscreen dan serum wajah agar kulit wajah tidak kusam. Jangan salah pilih kandungan juga," jelasnya.

Ia menilai banyak orang terlalu fokus pada penggunaan serum tanpa memastikan kulitnya cukup terhidrasi. Padahal, kulit yang kering atau dehidrasi akan sulit menyerap kandungan aktif dengan optimal.

Kondisi ini membuat hasil perawatan tidak terlihat maksimal meskipun produk yang digunakan tergolong berkualitas. Akibatnya, pengguna sering merasa skincare mereka tidak bekerja dengan baik.

Selain itu, kebiasaan terlalu sering melakukan eksfoliasi juga bisa memperparah kondisi kulit kusam. Eksfoliasi yang berlebihan justru mengikis lapisan pelindung kulit sehingga wajah tampak lebih kusam dan mudah iritasi.

dr. Abelina menyarankan untuk memprioritaskan penggunaan pelembap yang tepat sebelum mengharapkan hasil dari serum. Dengan kulit yang cukup lembap, vitamin C dan bahan aktif lain akan bekerja lebih efektif dalam mencerahkan dan menyehatkan wajah.

Vitamin C dan Kulit Berjerawat yang Sering Dianggap Tidak Cocok

Bagi pemilik kulit berjerawat, vitamin C sering dianggap sebagai kandungan yang berisiko memperparah kondisi kulit. Namun, dr. Abelina justru menilai anggapan ini tidak sepenuhnya benar jika penggunaannya dilakukan dengan cara yang tepat.

Ia menyebut vitamin C sebenarnya dapat membantu melindungi kulit berjerawat dari peradangan dan kerusakan akibat radikal bebas. Dengan pendekatan yang sesuai, vitamin C justru bisa menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit berminyak dan berjerawat.

"Orang Indonesia FOMO dengan kandungan baru. Padahal vitamin C bagus untuk mencegah jerawat. Jika berjerawat pakai vitamin C spray dan harus pakai skincare anti acne. Ini bisa dilayer kulit berminyak dan berjerawat dengan salilic acid dan bahan (lainnya-red)," tuturnya.

Menurut dr. Abelina, banyak orang tergoda mencoba bahan aktif baru tanpa strategi yang jelas. Kebiasaan ini membuat kulit menjadi kewalahan karena harus beradaptasi dengan terlalu banyak kandungan dalam waktu singkat.

Padahal, penggunaan vitamin C yang tepat justru dapat membantu memperkuat perlindungan kulit dan mempercepat pemulihan bekas jerawat. Dengan formulasi yang ringan dan pemakaian yang terkontrol, vitamin C bisa digunakan bahkan oleh pemilik kulit sensitif.

Ia juga menyarankan agar vitamin C diaplikasikan dalam bentuk spray atau tekstur ringan bagi kulit berjerawat. Cara ini membantu mengurangi risiko iritasi sekaligus tetap memberikan manfaat antioksidan yang dibutuhkan kulit.

Kombinasi Bahan Aktif yang Perlu Dihindari

Selain cara pemakaian, dr. Abelina juga memberikan perhatian khusus pada kombinasi bahan aktif dalam skincare. Ia menegaskan bahwa tidak semua kandungan bisa digunakan bersamaan tanpa menimbulkan risiko bagi skin barrier.

Ia memperingatkan agar tidak mengombinasikan vitamin C dengan retinol atau bahan skincare lain yang memiliki efek eksfoliasi kuat. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan risiko iritasi, kemerahan, dan kerusakan lapisan pelindung kulit.

"Dipakai bagusnya pagi dan malam. Vitamin C itu juga bisa mencegah muncul kerutan halus," tambahnya.

Menurut dr. Abelina, vitamin C sebaiknya digunakan secara konsisten namun tetap memperhatikan kondisi kulit. Dengan pemakaian yang teratur dan tidak berlebihan, manfaat anti-aging vitamin C dapat dirasakan secara bertahap.

Ia juga menekankan pentingnya memahami urutan penggunaan skincare agar kandungan aktif dapat bekerja secara optimal. Penggunaan yang tidak tepat bukan hanya mengurangi efektivitas produk, tetapi juga meningkatkan risiko reaksi negatif pada kulit.

Kombinasi bahan aktif yang tidak sesuai sering kali menjadi penyebab utama kulit mengalami breakout atau iritasi berkepanjangan. Oleh karena itu, edukasi mengenai kandungan skincare menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit.

Pendekatan Bertahap agar Kulit Tidak Kaget

Sebagai penutup, dr. Abelina menyarankan agar setiap orang menerapkan pendekatan bertahap saat mencoba bahan aktif baru, termasuk vitamin C. Cara ini membantu kulit beradaptasi tanpa mengalami stres berlebihan.

"Saran aku coba pakai satu-satu terlebih dahulu. Kalau aman naik pakai serum dan spray vitamin C. Bisa dipakai untuk malam hari," pungkasnya.

Ia menilai banyak masalah kulit muncul bukan karena kandungan produknya, melainkan karena cara penggunaannya yang terlalu agresif. Dengan langkah yang lebih perlahan, risiko iritasi dapat diminimalkan secara signifikan.

Pendekatan bertahap juga memungkinkan pengguna untuk mengenali reaksi kulit terhadap suatu produk sebelum menambahkan produk lain. Cara ini membantu membangun rutinitas skincare yang lebih aman dan efektif dalam jangka panjang.

Vitamin C, menurut dr. Abelina, seharusnya tidak lagi dipandang sebagai bahan yang menakutkan. Dengan pemahaman yang tepat, kandungan ini justru dapat menjadi fondasi penting dalam perawatan kulit sehari-hari.

Ia berharap masyarakat tidak lagi mudah terpengaruh tren tanpa memahami kebutuhan kulit masing-masing. Edukasi yang baik akan membantu setiap orang memilih produk yang sesuai dan mendapatkan hasil perawatan yang optimal.

Dengan cara pemakaian yang tepat, vitamin C dapat membantu mencerahkan kulit, meratakan warna wajah, dan melindungi kulit dari tanda penuaan dini. Semua manfaat ini bisa dirasakan tanpa harus menghadapi risiko iritasi yang tidak perlu.

Pada akhirnya, perawatan kulit bukan tentang seberapa banyak produk yang digunakan, melainkan seberapa tepat produk tersebut dipilih dan diaplikasikan. Kesabaran, konsistensi, dan pemahaman akan kebutuhan kulit menjadi kunci utama dalam mencapai kulit sehat dan bercahaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index