JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus menunjukkan agresivitasnya dalam menjaring peluang investasi global.
Berdasarkan kabar terbaru per 12 Februari 2026, Danantara tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Rua Al Madinah Holding, sebuah perusahaan pengembang properti besar asal Arab Saudi yang merupakan bagian dari Public Investment Fund (PIF).
Pertemuan ini menjadi langkah penting bagi Danantara untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem layanan haji dan umrah serta pengembangan kawasan di sekitar kota suci Madinah. Fokus utama dari penjajakan ini adalah untuk mengeksplorasi potensi investasi bersama dalam penyediaan akomodasi dan infrastruktur pendukung yang berkualitas bagi jutaan jemaah asal Indonesia.
Poin Strategis Kolaborasi Danantara - Rua Al Madinah
Penjajakan kerja sama ini melibatkan beberapa aspek fundamental yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah jangka panjang:
Investasi Akomodasi Jemaah: Salah satu poin utama adalah peluang pembangunan atau kepemilikan hotel dan fasilitas penginapan bagi jemaah Indonesia di Madinah, guna memastikan standar pelayanan yang lebih terjamin dan efisien secara biaya.
Pertukaran Keahlian (Knowledge Sharing): Rua Al Madinah Holding memiliki pengalaman luas dalam proyek megaproyek infrastruktur di Arab Saudi. Danantara berupaya menyerap praktik terbaik dalam pengelolaan aset berskala besar.
Sinergi Dana Investasi: Penjajakan ini juga membuka peluang skema investasi bersama (joint investment) untuk proyek-proyek strategis yang mendukung ekosistem pariwisata religi yang lebih terintegrasi.
Dampak Positif bagi Indonesia
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya membawa keuntungan finansial bagi Danantara sebagai pengelola dana, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat:
Peningkatan Layanan Haji & Umrah: Dengan memiliki keterlibatan langsung dalam kepemilikan aset di Madinah, Indonesia dapat lebih mandiri dalam menentukan standar kualitas layanan bagi warganya saat menjalankan ibadah.
Stabilitas Biaya: Investasi jangka panjang pada aset properti di tanah suci dapat membantu menekan fluktuasi biaya akomodasi yang sering kali melonjak setiap musim haji.
Penguatan Diplomasi Ekonomi: Sinergi ini mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Arab Saudi, sejalan dengan visi kedua negara untuk memperkuat sektor non-minyak dan jasa.