JAKARTA - PT Darma Henwa Tbk (DEWA), emiten jasa pertambangan milik Grup Bakrie, mengumumkan telah merealisasikan sebagian besar dana untuk program pembelian kembali (buyback) saham. Langkah ini dilakukan hingga 19 Januari 2026 sebagai upaya menjaga nilai saham dan memperkuat struktur permodalan perseroan.
Realisasi buyback mencapai Rp 480.000.014.285 atau setara 50,53% dari total dana yang disiapkan DEWA sebesar Rp 950 miliar. Informasi ini disampaikan DEWA melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 19 Januari 2026.
Detail Transaksi Buyback Saham DEWA
Hingga saat ini, DEWA telah membeli kembali sebanyak 867.033.574 saham dengan rentang harga rata-rata mulai Rp 430 per saham hingga Rp 655 per saham. Transaksi dilakukan bertahap untuk menyesuaikan kondisi pasar dan harga saham yang fluktuatif.
Pada 10 Desember 2025, DEWA melakukan buyback sebanyak 372.093.023 saham dengan harga rata-rata Rp 430 per saham. Total dana yang digunakan untuk transaksi ini mencapai Rp 159,99 miliar, menandai langkah awal program buyback perseroan.
Berlanjut pada 6 Januari 2026, DEWA membeli kembali 418.604.451 saham dengan harga rata-rata Rp 645 per saham. Nilai transaksi kali ini sebesar Rp 269,99 miliar, menjadi bagian utama dari realisasi dana buyback DEWA.
Terakhir, pada 19 Januari 2026, perseroan kembali membeli 76.335.900 saham dengan harga rata-rata Rp 655 per saham. Total dana yang dikeluarkan mencapai Rp 50 miliar, melengkapi realisasi buyback hampir setengah dari alokasi awal.
Tujuan dan Strategi Buyback Saham
Director & Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi, menyampaikan bahwa buyback dilakukan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Langkah ini merujuk pada Pasal 12 ayat (1) POJK No. 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan Dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan.
Buyback saham ini diharapkan dapat memberikan dukungan pada harga saham DEWA di tengah volatilitas pasar. Selain itu, strategi ini juga menunjukkan komitmen perseroan untuk menjaga stabilitas pasar modal dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Program buyback DEWA menjadi sinyal positif bagi investor bahwa manajemen siap bertindak proaktif. Hal ini dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang perseroan.
Selain menjaga harga saham, buyback juga berfungsi sebagai instrumen pengelolaan modal yang efisien. Dana yang dialokasikan digunakan secara bertahap sesuai kondisi pasar sehingga tidak membebani struktur keuangan perusahaan.
Dampak Pasar dan Prospek Saham
Langkah buyback DEWA mendapat perhatian investor dan analis pasar modal. Program ini diyakini mampu memberikan sentimen positif terhadap saham DEWA di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Realiasi buyback sebagian besar dari total alokasi dana menunjukkan manajemen memiliki strategi jelas untuk mengelola likuiditas. Investor dapat menilai bahwa perseroan berkomitmen menjaga nilai saham dan stabilitas finansial secara berkelanjutan.
Dengan rentang harga saham yang dibeli antara Rp 430 hingga Rp 655, DEWA memanfaatkan momentum pasar untuk memperoleh saham dengan harga yang wajar. Strategi ini sejalan dengan kebijakan perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan dana buyback.
Program buyback yang berjalan juga menjadi indikator kekuatan keuangan DEWA. Perseroan mampu menyediakan dana yang cukup besar tanpa mengganggu operasional maupun proyek pertambangan yang sedang berjalan.
Selain itu, aksi ini menjadi langkah strategis DEWA untuk menghadapi potensi volatilitas pasar ke depan. Buyback saham dapat menjadi alat stabilisasi sekaligus memperkuat keyakinan investor terhadap fundamental perseroan.
Manajemen DEWA menegaskan bahwa setiap transaksi buyback dilakukan secara independen dan arm’s length. Pendekatan ini memastikan tidak ada konflik kepentingan dan semua transaksi mencerminkan nilai wajar pasar.
Ke depannya, buyback saham akan terus dievaluasi sesuai kondisi pasar dan ketersediaan dana perseroan. Strategi ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pemegang saham dan mendukung stabilitas harga saham DEWA di pasar modal.
Dengan strategi yang terukur, DEWA menunjukkan kesiapan dalam menghadapi tantangan pasar. Buyback saham menjadi bukti bahwa perseroan mampu mengambil keputusan yang adaptif dan bertanggung jawab demi kepentingan pemegang saham.
Langkah-langkah ini sekaligus memperkuat posisi DEWA sebagai emiten pertambangan yang profesional dan proaktif. Investor dapat menilai bahwa buyback bukan hanya soal harga saham saat ini, tetapi juga mencerminkan manajemen risiko dan perencanaan jangka panjang perusahaan.
Secara keseluruhan, realisasi buyback hampir setengah dari alokasi dana menjadi bukti bahwa DEWA serius menjaga nilai dan likuiditas saham. Perseroan optimistis strategi ini akan terus memberikan sentimen positif dan mendukung pertumbuhan nilai perusahaan ke depan.