JAKARTA - Musim hujan sering dianggap hanya membawa payung dan jalanan basah, padahal ada persoalan lain yang kerap mengganggu penampilan. Rambut yang sudah ditata rapi bisa berubah dalam hitungan menit ketika bertemu udara lembap.
Banyak orang mengira rambut kusut hanyalah masalah teknik menata yang kurang tepat. Kenyataannya, perubahan kondisi udara memiliki peran besar terhadap struktur alami rambut.
Saat kelembapan meningkat, rambut seakan bereaksi tanpa bisa dikendalikan. Hasil akhirnya adalah rambut mengembang, terasa kasar, dan sulit kembali ke bentuk semula.
Fenomena ini bukan sekadar perasaan atau mitos kecantikan. Ada penjelasan ilmiah yang menjelaskan mengapa rambut bereaksi sedemikian rupa terhadap udara lembap.
Perubahan kecil pada lingkungan sekitar dapat memicu perubahan besar pada rambut. Inilah alasan mengapa musim hujan sering disebut sebagai musuh rambut rapi.
Masalah rambut kusut sebenarnya berawal dari struktur mikroskopis rambut. Setiap helai rambut memiliki lapisan pelindung yang sangat sensitif terhadap air.
Ketika lapisan ini terganggu, rambut kehilangan kemampuan untuk tetap halus. Dari sinilah kekusutan mulai terlihat dan terasa.
Mengapa Udara Lembap Mengubah Bentuk Rambut
Udara lembap mengandung molekul air dalam jumlah tinggi. Molekul-molekul ini bebas bergerak dan mudah menempel pada permukaan rambut.
“Molekul air dari udara lembab dapat menembus batang rambut melalui kutikula yang terbuka di permukaan rambut,” jelas Dr. Joe Cincotta, PhD. Penjelasan ini menggambarkan awal mula rambut mulai bereaksi terhadap lingkungan.
Ketika air masuk ke batang rambut, helai rambut akan menyerapnya secara perlahan. Proses ini membuat rambut mengalami pembengkakan dari dalam.
Cincotta melanjutkan, kondisi tersebut mendorong kutikula yang sudah terangkat menjadi semakin terbuka. Akibatnya, permukaan rambut menjadi tidak rata.
Rambut yang permukaannya tidak rata akan memantulkan cahaya secara tidak sempurna. Inilah alasan rambut tampak kusam dan kasar saat lembap.
Kondisi ini membuat volume rambut meningkat secara tidak terkendali. Rambut pun terlihat mengembang ke segala arah.
Dalam istilah sehari-hari, kondisi ini sering disebut sebagai “rambut singa.” Setiap helai rambut berdiri sendiri tanpa arah yang jelas.
Rambut yang secara alami keriting atau bergelombang lebih mudah mengalami kondisi ini. Terutama jika sebelumnya rambut tersebut sudah diluruskan.
Pada rambut yang telah melalui proses pelurusan, ikatan hidrogen di dalam batang rambut diatur ulang. Ikatan ini bersifat sementara dan sangat sensitif terhadap air.
Ketika kelembapan udara meningkat, molekul air akan mengganggu ikatan tersebut. Rambut pun perlahan kembali ke bentuk aslinya.
Hasil akhirnya adalah rambut menjadi keriting, mengembang, dan sulit diatur. Proses ini terjadi tanpa bisa dicegah hanya dengan sisir.
“Semakin berpori atau rusak kondisi rambut, semakin tidak rata permukaan kutikulanya. Dan semakin banyak pula kelembapan yang terserap,” ucap Cincotta.
“Inilah mengapa rambut yang sering melalui proses kimia atau terpapar panas berlebih cenderung mudah mengembang,” lanjut dia. Rambut dengan kutikula terbuka ibarat spons yang menyerap air dari sekitarnya.
Langkah Pencegahan Rambut Kusut Sejak Keramas
Menghadapi udara lembap sebaiknya tidak dimulai saat rambut sudah kering. Persiapan ideal justru dimulai sejak masih di kamar mandi.
Jika prakiraan cuaca menunjukkan hujan atau kelembapan tinggi, pemilihan produk keramas menjadi sangat penting. Sampo dan kondisioner yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kusut.
Produk yang diformulasikan khusus untuk rambut kusut bekerja dengan menutup kutikula. Permukaan rambut pun menjadi lebih halus sejak awal.
Kutikula yang lebih tertutup akan membatasi masuknya molekul air. Dengan begitu, rambut tidak mudah mengembang.
Penggunaan kondisioner sebaiknya tidak dilewatkan. Produk ini membantu menjaga kelembapan internal rambut agar tetap seimbang.
Keseimbangan kelembapan membuat rambut tidak “haus” terhadap air dari udara. Ini adalah langkah awal yang sering diabaikan banyak orang.
Setelah keramas, cara mengeringkan rambut juga menentukan hasil akhirnya. Kebiasaan kecil bisa berdampak besar pada tekstur rambut.
Banyak orang menggosok rambut dengan handuk agar cepat kering. Sayangnya, cara ini justru memperburuk kondisi kutikula.
Kebiasaan Mengeringkan dan Menata yang Perlu Diperhatikan
Penata rambut Trevor Sorbie menyarankan metode yang lebih lembut. Rambut sebaiknya dikeringkan dengan cara ditepuk-tepuk, bukan digosok.
“Hindari mengeringkan rambut dengan cara menggosoknya kasar menggunakan handuk karena hal ini dapat ‘mengacak-acak’ kutikula dan memicu kekusutan,” jelas dia. Metode ini membantu menjaga permukaan rambut tetap rapi.
Setelah rambut tidak lagi menetes, proses penataan bisa dimulai. Namun, menata rambut tanpa persiapan justru membuat hasilnya tidak bertahan lama.
Untuk melindungi rambut dari kelembapan, diperlukan produk yang dapat “menyegel” kutikula. Produk ini bekerja sebagai lapisan pelindung tambahan.
Penata rambut dari VO5, Claire Rothstein, merekomendasikan krim penata rambut bertekstur ringan. Produk ini tidak berminyak dan membantu mengontrol kusut.
“Produk seperti ini diaplikasikan pada batang rambut dan ujung rambut sebelum dikeringkan,” kata Rothstein. Langkah ini membantu menjaga bentuk rambut lebih lama.
Sebagai langkah akhir, penggunaan hairspray khusus tahan lembap dapat menjadi solusi tambahan. Produk ini membantu mempertahankan hasil penataan.
Waktu juga berperan penting dalam proses ini. Rambut basah yang dibiarkan terlalu lama akan lebih mudah mengembang.
Menurut Sorbie, semakin cepat rambut basah dikeringkan, semakin kecil peluangnya menjadi kusut. Proses pengeringan yang efisien sangat disarankan.
Mengeringkan rambut hingga benar-benar kering membantu menstabilkan bentuknya. Rambut yang setengah kering lebih rentan terhadap udara lembap.
Kesalahan Sehari-hari yang Memperparah Rambut Mengembang
Setelah rambut tertata, kebiasaan kecil sering kali tanpa sadar merusak hasilnya. Salah satunya adalah terlalu sering menyentuh rambut.
Beberapa orang memiliki kebiasaan memainkan rambut saat berbicara atau berpikir. Kebiasaan ini ternyata berdampak buruk saat udara lembap.
Ketika rambut sudah menyerap kelembapan, sentuhan tangan justru memperparah kondisi. Keringat dari tangan mendorong lebih banyak air masuk ke batang rambut.
Akibatnya, rambut semakin mengembang dan kehilangan bentuk. Hasil penataan pun tidak bertahan lama.
Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah penggunaan sisir yang kurang tepat. Sisir bergigi rapat tidak selalu cocok untuk semua kondisi rambut.
Pada rambut yang mulai membentuk gelombang atau ikal setelah basah, menyisirnya bisa menjadi bumerang. Rambut justru terlihat semakin tidak teratur.
Menyisir rambut keriting atau bergelombang saat kering dapat memecah pola alaminya. Hal ini membuat rambut tampak lebih kusut.
Untuk mengurai rambut, penggunaan jari atau sisir bergigi jarang lebih disarankan. Cara ini membantu menjaga bentuk rambut tetap alami.
Mengelola rambut di udara lembap membutuhkan kombinasi pemahaman dan kebiasaan yang tepat. Tidak ada solusi instan tanpa perubahan rutinitas.
Dengan memahami bagaimana rambut bereaksi terhadap kelembapan, langkah pencegahan bisa dilakukan lebih efektif. Hasilnya, rambut tetap rapi meski cuaca tidak bersahabat.