Penurunan Harga BBM Pertamina 2026 Bisa Ringankan Beban Biaya Transportasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48:53 WIB
Penurunan Harga BBM Pertamina 2026 Bisa Ringankan Beban Biaya Transportasi Masyarakat

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga BBM nonsubsidi per 1 Januari 2026 sebagai respons terhadap formula harga dasar baru. Penurunan ini terjadi pada jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex, sedangkan BBM subsidi tetap stabil.

Harga Pertamax untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta, kini Rp12.350 per liter, turun dari sebelumnya Rp12.750 per liter. Pertamax Turbo juga terkoreksi menjadi Rp13.400 per liter dari Rp13.750 per liter, sementara Pertamax Green 95 turun menjadi Rp13.150 per liter dari Rp13.500 per liter.

Dexlite kini dijual Rp13.500 per liter, lebih rendah dari sebelumnya Rp14.700 per liter. Sedangkan Pertamina Dex turun signifikan menjadi Rp13.600 per liter dari Rp15.000 per liter, menunjukkan koreksi harga yang cukup besar untuk BBM nonsubsidi.

Sementara itu, harga BBM subsidi jenis Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Bio Solar juga stabil di angka Rp6.800 per liter, menunjukkan perlindungan harga untuk konsumsi masyarakat luas.

Dampak Penyesuaian Harga terhadap Masyarakat

Penurunan harga BBM nonsubsidi ini diperkirakan dapat meringankan biaya transportasi masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi. Selain itu, sektor logistik juga berpotensi mendapat keuntungan dari efisiensi biaya operasional bahan bakar.

Kepmen ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 menjadi dasar perubahan harga BBM ini. Keputusan tersebut merevisi formula harga dasar sebelumnya dalam Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020, yang mengatur perhitungan harga jual eceran BBM.

Penyesuaian ini juga diharapkan mendorong konsumen beralih ke BBM nonsubsidi berkualitas lebih tinggi. Dengan harga yang lebih kompetitif, Pertamina mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan konsumsi BBM jenis Pertamax dan Dexlite.

Di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga BBM Pertamax stabil di Rp12.350 per liter. Pertamax Turbo berada di Rp13.400 per liter, sementara Pertamax Green 95 Rp13.150 per liter, menunjukkan konsistensi penurunan di pulau Jawa.

Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga BBM nonsubsidi juga mengikuti tren yang sama. Pertamax dibanderol Rp12.350 per liter, Pertamax Turbo Rp13.400 per liter, dan Dexlite Rp13.500 per liter, memberikan keseragaman harga untuk wilayah timur pulau Jawa.

Perbandingan Harga BBM di Wilayah Lain

Di Aceh dan Sumatra Utara, harga Pertamax mencapai Rp12.500 per liter. Pertamax Turbo berada di Rp13.400 per liter, sementara Pertamina Dex dijual Rp13.900 per liter, menurun dari harga sebelumnya yang lebih tinggi.

Sementara itu, di Free Trade Zone (FTZ) Sabang, Pertamax dijual Rp11.500 per liter, dan Dexlite Rp12.600 per liter. Penyesuaian harga di FTZ ini membuat perbedaan harga lebih rendah dibandingkan wilayah lain, mendukung konsumsi lokal dan perdagangan bebas.

Untuk Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Bengkulu, harga Pertamax kini Rp12.800 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp13.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.200 per liter, menunjukkan koreksi signifikan dari harga lama.

Di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah, harga BBM nonsubsidi juga turun. Pertamax Rp12.650 per liter, Pertamax Turbo Rp13.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp13.900 per liter, sedangkan Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan mencatat harga tertinggi untuk BBM nonsubsidi di Pulau Borneo. Pertamax mencapai Rp12.950 per liter, Pertamax Turbo Rp14.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.200 per liter, tetap lebih rendah dibanding harga lama sebelum Januari 2026.

Di wilayah Sulawesi, harga Pertamax stabil di Rp12.650 per liter, Pertamax Turbo Rp13.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp13.900 per liter. Penyesuaian ini berlaku untuk Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, Tengah, Utara, dan Gorontalo.

Maluku dan Maluku Utara juga mengalami penurunan harga nonsubsidi. Pertamax dibanderol Rp12.650 per liter, Dexlite Rp13.800 per liter, dan Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan menunjukkan tren harga serupa. Pertamax Rp12.650 per liter, Pertamax Turbo Rp13.700 per liter, Dexlite Rp13.800 per liter, dan Pertamina Dex Rp13.900 per liter di beberapa wilayah.

Stabilitas Harga BBM Subsidi dan Dampaknya

BBM subsidi tetap stabil meski nonsubsidi turun. Pertalite Rp10.000 per liter dan Bio Solar Rp6.800 per liter, memastikan masyarakat kelas menengah ke bawah tetap mendapatkan bahan bakar dengan harga terjangkau.

Stabilitas harga subsidi ini membantu menekan inflasi akibat fluktuasi harga BBM. Selain itu, masyarakat yang mengandalkan Pertalite atau Bio Solar tidak perlu menyesuaikan anggaran bulanan secara drastis.

Penurunan harga nonsubsidi sekaligus menjadi insentif untuk penggunaan BBM berkualitas lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dan Pertamina dalam mendorong energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dengan tren penyesuaian harga ini, konsumen BBM nonsubsidi dapat merasakan manfaat langsung dari efisiensi biaya transportasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dan mendorong stabilitas harga di pasar BBM domestik.

Selain itu, ketersediaan BBM di berbagai wilayah Indonesia tetap terjaga. Penurunan harga yang merata menunjukkan komitmen Pertamina untuk menjaga keseimbangan distribusi dan memastikan akses BBM berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Secara keseluruhan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi per Januari 2026 memberikan dampak positif pada daya beli masyarakat. Subsidi yang tetap stabil dan harga nonsubsidi lebih kompetitif diharapkan mendukung kegiatan ekonomi dan mobilitas masyarakat secara luas.

Terkini