JAKARTA - Perbincangan mengenai masa depan XRP kembali menguat seiring munculnya proyeksi berbasis kecerdasan buatan yang menempatkan aset kripto ini dalam skenario pertumbuhan agresif.
Berbagai indikator pasar, mulai dari adopsi institusional hingga arah regulasi global, dinilai membuka ruang kenaikan signifikan bagi XRP dalam beberapa tahun ke depan.
Saat ini, XRP masih diperdagangkan di kisaran USD 2,10. Namun, jarak antara harga sekarang dan potensi jangka panjang dinilai cukup lebar, terutama jika ekosistem Ripple terus berkembang dan penggunaan XRP dalam sistem pembayaran lintas negara semakin meluas.
Prediksi yang menyebutkan XRP berpotensi menembus USD 50 pada 2030 pun menjadi sorotan. Proyeksi tersebut bukan semata spekulasi, melainkan disusun berdasarkan sejumlah faktor fundamental dan tren industri kripto global yang sedang terbentuk.
Peran ETF XRP dalam membangun momentum pasar
Salah satu katalis penting yang memperkuat prospek XRP adalah kehadiran exchange-traded fund (ETF) XRP. Instrumen ini mulai diperdagangkan pada November 2025 dan langsung menarik minat investor institusional dalam jumlah besar.
Dalam periode awal peluncurannya, total aset kelolaan ETF XRP tercatat mencapai USD 1,3 miliar. Arus dana bersih yang masuk bahkan menembus USD 1,18 miliar hanya dalam 50 hari pertama, dengan catatan hanya sedikit hari yang mengalami arus keluar.
Kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang XRP. Analis menilai, keberlanjutan minat institusional melalui ETF dapat menjadi penopang utama stabilitas harga sekaligus membuka ruang penguatan yang lebih besar dalam jangka panjang.
ETF juga dinilai membantu meningkatkan likuiditas dan legitimasi XRP di mata pelaku pasar global.
Ekspansi Ripple memperkuat fondasi bisnis
Prospek XRP tidak terlepas dari langkah strategis Ripple sebagai entitas pengembang utama ekosistemnya. Sepanjang 2025, Ripple mencatatkan ekspansi agresif melalui sejumlah akuisisi bernilai besar untuk memperkuat kapasitas layanan keuangan global.
Akuisisi GTreasury senilai USD 1 miliar serta Ripple Prime senilai USD 1,25 miliar menjadi bagian dari strategi memperluas layanan transaksi bernilai besar. Langkah ini dinilai memperkuat posisi Ripple dalam mendukung kebutuhan institusi keuangan global.
Selain itu, Ripple juga memperoleh persetujuan sebagai Electronic Money Institution di Inggris dan memperluas kemitraan strategis di sektor manajemen treasury. Persetujuan bersyarat untuk mengoperasikan bank charter turut meningkatkan kredibilitas regulasi perusahaan.
CEO Ripple Brad Garlinghouse menyebut 2025 sebagai tahun fondasi, sementara 2026 diproyeksikan menjadi fase percepatan adopsi XRP dan peningkatan penggunaan stablecoin RLUSD.
Potensi besar dari pasar pembayaran global
XRP dinilai berada di posisi strategis untuk memanfaatkan pertumbuhan sektor pembayaran lintas negara. Pasar global di segmen ini diperkirakan bernilai sekitar USD 120 triliun, dengan kebutuhan akan sistem yang cepat, efisien, dan berbiaya rendah.
Jaringan XRP yang dikenal memiliki kecepatan transaksi tinggi dan biaya rendah dinilai selaras dengan kebutuhan tersebut. Jika adopsi oleh lembaga keuangan terus meningkat, permintaan terhadap XRP berpotensi ikut terdorong secara struktural.
Selain itu, penggunaan XRP sebagai aset jembatan dalam transaksi lintas mata uang dinilai memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan sistem pembayaran konvensional yang masih mahal dan lambat.
Kombinasi efisiensi teknologi dan ekspansi bisnis Ripple menjadi dasar utama optimisme jangka panjang terhadap XRP.
Tren industri kripto ikut menopang prospek
Sentimen positif terhadap XRP juga didukung oleh tren industri kripto yang semakin matang. Nilai pasar stablecoin global diproyeksikan menembus USD 500 miliar, sementara tokenisasi aset dunia nyata terus berkembang pesat.
Perkembangan ini membuka peluang besar bagi jaringan blockchain yang telah teruji dan memiliki kepastian regulasi. XRP dinilai berada dalam posisi yang diuntungkan karena efisiensi jaringannya serta penyelesaian kasus regulasi dengan SEC pada 2025.
Di sisi lain, meningkatnya investasi institusional, aktivitas merger dan akuisisi di sektor kripto, serta potensi pelonggaran kebijakan moneter The Fed turut menjadi faktor pendukung tambahan.
Jika Bitcoin berpotensi menuju USD 150.000, XRP dinilai bisa mencatatkan kenaikan yang lebih agresif mengingat kapitalisasi pasarnya yang relatif lebih kecil.
Prediksi harga jangka panjang berbasis AI
Berdasarkan analisis berbasis kecerdasan buatan dari Grok, XRP diproyeksikan berpotensi mencapai harga USD 50 pada 2030. Proyeksi ini didasarkan pada asumsi adopsi yang berjalan konsisten serta kondisi pasar global yang mendukung.
Sentimen di media sosial dan pandangan investor jangka panjang bahkan memperkirakan rentang harga XRP berada di kisaran USD 15 hingga USD 100, tergantung skenario pasar yang terjadi. Dalam kondisi siklus bullish yang kuat, XRP disebut berpeluang mencatatkan pertumbuhan tahunan antara 100% hingga 200%.
Meski demikian, proyeksi tersebut tetap bergantung pada stabilitas makroekonomi, keberlanjutan adopsi institusional, serta konsistensi strategi bisnis Ripple ke depan.
Disclaimer tetap perlu diperhatikan, bahwa setiap keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto, karena seluruh potensi keuntungan selalu disertai risiko yang sepadan.